16 October 2010

DOA SEORANG PASTOR


"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose3:23)
"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."  (Galatia 6:7)

Oleh: Pst. Awis

Kita seringkali tidak memandang berat pada hal-hal kecil, sedangkan dari hal kecillah yang akan mendatangkan hal-hal yang besar (Mat. 25:21; Luk. 16:10; Lukas 19:17). Dalam konteks pelayanan, di dalam sekolah minggu (Penulis hanya berbicara pada konteks denominasi sendiri), kita melihat 90% adalah pemuda-pemudi yang melaksanakan pelayanan tersebut. Orang-orang tua jarang sekli, malah ada yang tidak melibatkan diri untuk pelayanan ini. Malah seorang hamba Tuhan (pastor) sendiri mengatakan dengan alasan "tiada kurnia mengajar" tidak memandang serius tentang pelayanan ini, sehingga ia tidak bertanggungjawab dengan pelayanan sekolah minggu.

Jika dilihat secara logik, anak-anak muda jarang sekali memahami kehendak dan tingkah laku anak-anak jika dibandingkan dengan orang-orang tua yang ada pengalaman mempunyai anak sendiri. Anak-anak muda lebih cenderung untuk berusaha memahami "bahan pelajaran" daripada cenderung memahami sikap anak-anak.

Saya tidak perlu mengulas secara melalut apa kepentingan anak-anak sekolah minggu ini sebagai generasi penerus pelayanan, sebab pengetahuan ini secara umum, bukan sahaja dalam konteks gereja, tetapi juga dalam konteks masyarakat secara keseluruhan.

Budaya pelayanan dalam gereja kita agak berbeza dengan di negara lain seperti di Indonesia dan Barat. Di mana kebanyakan daripada tenaga pengajar dalam pelayanan ini adalah terdiri daripada orang-orang berumur, malah ada di antara mereka yang memegang sijil-sijil tertentu hanya untuk melakukan yang terbaik untuk pelayanan ini dan mereka bertaraf profesional.

Jika kita bertanya, di dalam gereja kita, siapa di antara mereka yang telah ke sekolah tinggi theologi dalam pengkhususan mengajar anak-anak? 

Ada di antara mereka yang mempunyai pengalaman dalam pelayanan ini agak lama, tetapi bila dalam lapangan pengalaman sebenarnya dia tidak mampu menerapkan teori yang yang ia ketahui sebagaiman tuntutan dalam praktikal. Bila mengajar, dia lebih melalut dengan berbahasa indah-indah dan tersusun dan tidak menggunakan 'bahasa anak-anak' sehingga anak-anak mudah bosan. Kelemahan lain yang sangat ketara dalam konteks masa kini, mereka "Tidak Tahu menggunakan Teknologi" yang ada. Contohnya dalam pelayanan besar seperti "Pekan Kanak-Kanak", si guru dengan bangga memperlihatkan kertas-kertas gambar peraganya kepada anak-anak yang dalam jumlah ratusan ramainya. Dia tidak pernah berfikir bahawa anak-anak dalam jarak tertentu sahaja yang dapat menanggapinya atau melihatnya.

Sekarang ini, kita mempunyai teknologi yang serba ada. Sebagai satu contoh kecil sahaja, bukankah mudah kita mengajar anak-anak bila kita menggunakan pemancar 'LCD' dan mengawalnya dengan alat kawalan jauh. Bahan tersebut disediakan dengan sebaiknya, di mana setiap gambar disertai dengan kesan bunyi-bunyian sesuai dengan cerita atau ditambah dengan sedikit animasi sebagai penarik bagi anak-anak?

Masalahnya, dia 'tidak pandai' (kemahirannya hanya menaip). Atau tiada yang membantu, atau tidak mahu dibantu, sebab takut kalau yang membantu akan meminta bayaran. Menjadikan urusan pelayanan ini, urusan untung dan rugi dalam perniagaan.

Jangan mengajar anak-anak dengan ala kadar, mereka bukan tidak faham atau menanggapi, tetapi setiap hal yang kita ucapkan mereka akan 'record' dalam fikiran mereka dan akan mereka fahami dan tahu pada umur tertentu. Jika kita melakukan pengajaran yang benar (mengikut jalan cerita Alkitab), maka kita akan melihat kebaikannya, tetapi sekiranya selama kita mengajar kita hanya 'buat-buat cerita' (tidak sesuai dengan Alkitab, sebab dia sendiri tidak baca Alkitab), maka kita akan melihat kesannya, dan mungkin kita akan dipertanggungjawabkan pada masa akan datang.

~are-wish
Reactions:

0 comments :

Post a Comment

Sila Berikan Komen ATAU Sumbangan Artikel/Bahan Anda:-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...