17 October 2010

Malaikat—Siapa Mereka



RAJA dari sebuah imperium yang perkasa sulit untuk percaya akan apa yang dilihatnya. Tiga pria yang dihukum dengan dibakar ternyata selamat dari cengkeraman maut! Siapa yang menyelamatkan mereka? Sang raja sendiri berkata kepada ketiga pria ini, ”Diagungkanlah [Allah kalian], yang mengutus malaikatnya dan menyelamatkan hamba-hambanya yang percaya kepadanya.” (Daniel 3:28) Penguasa Babilon tersebut, yang memerintah lebih dari dua ribu tahun yang lalu, menjadi saksi mata penyelamatan oleh malaikat. Di masa lalu, jutaan orang percaya akan adanya malaikat. Dewasa ini, orang tidak saja percaya bahwa malaikat itu ada, tetapi juga merasa bahwa kehidupan mereka dengan satu atau lain cara dipengaruhi oleh para malaikat. Siapa gerangan malaikat itu, dan apa asal usulnya?

Menurut Alkitab, malaikat adalah roh, sebagaimana Allah adalah Roh. (Mazmur 104:4; Yohanes 4:24) Ada banyak sekali malaikat, jumlahnya sampai jutaan. (Penyingkapan [Wahyu] 5:11) Dan, mereka semua ”memiliki kekuatan yang perkasa”. (Mazmur 103:20) Seperti manusia, malaikat memiliki kepribadian dan dikaruniai kebebasan memilih, walaupun kehidupan awalnya bukan sebagai manusia. Malah, Allah menciptakan malaikat jauh sebelum manusia ada—bahkan sebelum planet Bumi diciptakan. Ketika Allah ”meletakkan dasar bumi”, kata Alkitab, ”bintang-bintang fajar [para malaikat] bersorak bersama-sama dengan gembira, dan semua putra Allah mulai bersorak menyatakan pujian”. (Ayub 38:4, 7) Karena diciptakan oleh Allah, malaikat disebut putra Allah.
Untuk tujuan apa Allah menciptakan malaikat? Apa peranan malaikat, kalaupun ada, dalam sejarah manusia? Apakah mereka mempengaruhi kehidupan kita sekarang? Karena mereka adalah makhluk bermoral dengan kebebasan memilih, apakah ada malaikat yang mengikuti haluan Setan si Iblis dan menjadi musuh Allah? Alkitab memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Malaikat—Cara Mereka Mempengaruhi Kita
KETIKA melukiskan penglihatan mengenai keluarga Allah yang terdiri dari malaikat-malaikat, nabi Daniel menulis, ”Ada seribu kali seribu [malaikat] yang melayani [Allah], dan ada sepuluh ribu kali sepuluh ribu yang berdiri di hadapannya.” (Daniel 7:10) Ayat ini menyingkapkan maksud-tujuan Allah menciptakan malaikat. Mereka harus melayani Dia dan siap melaksanakan instruksi-instruksi-Nya.
Allah menggunakan para malaikat untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang terkait dengan manusia. Kita akan membahas cara Ia menggunakan mereka untuk menguatkan dan melindungi umat-Nya, menyampaikan pesan kepada manusia, serta melaksanakan penghukuman-Nya atas orang fasik.

Malaikat Menguatkan dan Melindungi
Sejak makhluk-makhluk roh menyaksikan penciptaan bumi dan manusia pertama, mereka sangat berminat kepada umat manusia. Ketika berbicara sebagai hikmat yang dipersonifikasi, Yesus Kristus sebelum menjadi manusia mengatakan, ”Hal-hal yang sangat aku sukai ada pada putra-putra manusia.” (Amsal 8:31) Dan, Alkitab memberi tahu kita bahwa ’para malaikat ingin sekali meneliti’ fakta-fakta tentang Kristus dan masa depan yang telah disingkapkan kepada para nabi Allah.—1 Petrus 1:11, 12.
Dengan berlalunya waktu, para malaikat mengamati bahwa mayoritas keluarga manusia tidak melayani Pencipta mereka yang pengasih. Hal ini pasti menyedihkan para malaikat yang setia! Sebaliknya, sewaktu seorang pedosa bertobat dan berpaling kepada Yehuwa, ’di antara malaikat-malaikat ada sukacita’. (Lukas 15:10) Para malaikat sangat memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang melayani Allah, dan Yehuwa telah berulang kali menggunakan mereka untuk menguatkan dan melindungi hamba-hamba-Nya yang setia di bumi. (Ibrani 1:14) Pertimbangkan beberapa contoh.
Dua malaikat membantu Lot yang adil-benar dan putri-putrinya untuk selamat dari pembinasaan Sodom dan Gomora, dengan mengawal mereka keluar dari wilayah kota-kota yang fasik tersebut.* (Kejadian 19:1, 15-26) Berabad-abad kemudian, nabi Daniel dilemparkan ke dalam gua singa, tetapi ia selamat. Mengapa? Daniel mengatakan, ”Allahku mengutus malaikatnya dan menutup mulut singa-singa ini.” (Daniel 6:22) Malaikat mendukung Yesus pada awal pelayanannya di bumi. (Markus 1:13) Dan, tidak lama sebelum kematian Yesus, seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan ’menguatkan dia’. (Lukas 22:43) Dukungan malaikat tersebut pasti sangat membesarkan hati Yesus pada saat-saat genting dalam kehidupannya itu! Seorang malaikat juga membebaskan rasul Petrus dari penjara.—Kisah 12:6-11.
Apakah para malaikat melindungi kita dewasa ini? Apabila kita menyembah Yehuwa selaras dengan Firman-Nya, kita diyakinkan bahwa para malaikat-Nya yang penuh kuasa dan tidak kelihatan akan melindungi kita. Alkitab berjanji, ”Malaikat Yehuwa berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan dia, dan dia menyelamatkan mereka.”—Mazmur 34:7.
Namun, kita harus memahami bahwa para malaikat terutama melayani Allah, bukan manusia. (Mazmur 103:20, 21) Mereka bertindak sesuai dengan perintah Allah, bukan sesuai dengan panggilan atau permintaan manusia. Karena itu, kita harus meminta bantuan kepada Allah Yehuwa, bukan kepada malaikat. (Matius 26:53) Mengingat kita tidak melihat malaikat, kita tentunya tidak dapat mengetahui sampai sejauh mana Allah menggunakan mereka untuk membantu orang-orang dalam berbagai hal. Namun, kita tahu bahwa Yehuwa ”memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya”. (2 Tawarikh 16:9; Mazmur 91:11) Dan, kita memiliki keyakinan bahwa ”apa pun yang kita minta sesuai dengan kehendaknya, dia [Allah] mendengar kita”.—1 Yohanes 5:14.
Alkitab juga memberi tahu kita bahwa doa dan ibadat kita harus ditujukan kepada Allah saja. (Keluaran 20:3-5; Mazmur 5:1, 2; Matius 6:9) Para malaikat yang setia menganjurkan kita untuk melakukan hal itu. Misalnya, ketika rasul Yohanes mencoba menyembah seorang malaikat, makhluk roh tersebut menegur dia, dengan mengatakan, ”Hati-hatilah! Jangan lakukan itu! . . . Sembahlah Allah.”—Penyingkapan 19:10.

Malaikat Menyampaikan Pesan Allah
Kata ”malaikat” berarti ”utusan”, dan itulah cara lain malaikat melayani Allah—sebagai utusan-Nya kepada manusia. Misalnya, ”malaikat Gabriel diutus Allah ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret”. Untuk apa? Untuk memberi tahu seorang wanita muda bernama Maria bahwa meskipun masih perawan, ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki yang harus dinamai Yesus. (Lukas 1:26-31) Seorang malaikat juga diutus kepada para gembala di padang untuk memberi tahu mereka bahwa ”Kristus Tuan” telah dilahirkan. (Lukas 2:8-11) Demikian pula, malaikat menyampaikan pesan dari Allah kepada Abraham, Musa, Yesus, dan orang-orang lain yang namanya dicatat dalam Alkitab.—Kejadian 18:1-5, 10; Keluaran 3:1, 2; Lukas 22:39-43.
Bagaimana malaikat melayani sebagai utusan Allah dewasa ini? Pertimbangkan pekerjaan yang Yesus nubuatkan akan dilakukan para pengikutnya sebelum akhir sistem ini. Ia mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:3, 14) Setiap tahun, Saksi-Saksi Yehuwa menggunakan lebih dari satu miliar jam untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah. Namun, tahukah Saudara bahwa para malaikat juga ikut dalam pekerjaan ini? Rasul Yohanes menyebut tentang sebuah penglihatan yang diperolehnya, dengan mengatakan, ”Aku melihat malaikat lain. . . , dan ia mempunyai kabar baik yang abadi untuk dinyatakan sebagai berita gembira kepada orang-orang yang tinggal di bumi, dan kepada setiap bangsa dan suku dan bahasa dan umat.” (Penyingkapan 14:6, 7) Ayat-ayat ini menonjolkan pekerjaan utama para malaikat demi kepentingan umat manusia dewasa ini.
Saksi-Saksi Yehuwa melihat bukti pengarahan malaikat seraya mereka melaksanakan pekerjaan pengabaran dari rumah ke rumah. Mereka sering bertemu dengan orang yang baru saja berdoa agar ada yang membantu mereka memahami maksud-tujuan Allah. Berkat bimbingan malaikat dan prakarsa pribadi para Saksi, setiap tahun ratusan ribu orang mengenal Yehuwa. Semoga Saudara mendapat manfaat dari pekerjaan menyelamatkan kehidupan yang dilakukan di bawah bimbingan malaikat.

Malaikat Melaksanakan Penghukuman Allah
Meskipun tidak diberi wewenang untuk mengadili manusia, para malaikat bukan sekadar penonton. (Yohanes 5:22; Ibrani 12:22, 23) Di masa lampau, mereka sebagai eksekutor melaksanakan penghukuman Allah. Misalnya, Allah menggunakan para malaikat ketika Ia melawan bangsa Mesir zaman dahulu, yang memperbudak bangsa Israel. (Mazmur 78:49) Dan, dalam satu malam saja ”malaikat Yehuwa” membunuh seratus delapan puluh lima ribu prajurit di perkemahan musuh umat Allah.—2 Raja 19:35.
Di masa depan juga, para malaikat akan melaksanakan penghukuman Allah. Yesus akan datang ”bersama malaikat-malaikatnya yang penuh kuasa dalam api yang menyala, pada waktu ia melakukan pembalasan atas orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik”. (2 Tesalonika 1:7, 8) Namun, yang akan dibinasakan hanyalah orang-orang yang tidak menanggapi berita yang sekarang dikabarkan di seluruh bumi dengan dukungan para malaikat. Orang yang mencari Allah dan menaati ajaran-ajaran Alkitab tidak akan mengalami celaka.—Zefanya 2:3.
Betapa bersyukurnya kita atas adanya para malaikat yang setia, yang senantiasa melaksanakan instruksi Allah! Yehuwa menggunakan mereka untuk membantu dan melindungi hamba-hamba-Nya yang loyal di bumi. Hal ini khususnya menghibur kita karena ada makhluk-makhluk roh berbahaya yang disebut hantu-hantu, yang ingin mencelakai kita.

Hantu—Siapakah Mereka?
Selama 15 abad setelah Setan menipu Hawa di Eden, keluarga malaikat Allah mengamati bahwa Setan si Iblis berhasil memalingkan dari Allah semua manusia kecuali beberapa orang yang setia, seperti Habel, Henokh, dan Nuh. (Kejadian 3:1-7; Ibrani 11:4, 5, 7) Beberapa malaikat juga mulai mengikuti Setan. Alkitab menyebut mereka sebagai roh-roh yang tidak taat ”pada zaman Nuh”. (1 Petrus 3:19, 20) Bagaimana ketidaktaatan mereka menjadi nyata?
Pada zaman Nuh, sekelompok malaikat pemberontak yang tidak disebutkan jumlahnya meninggalkan tempat mereka dalam keluarga surgawi Allah, turun ke bumi, dan mengenakan tubuh manusia. Untuk apa? Mereka telah memperkembangkan hasrat untuk mengadakan hubungan seks dengan wanita. Hubungan itu menghasilkan keturunan yang disebut Nefilim, yaitu raksasa-raksasa yang beringas. Selain itu, ”kejahatan manusia sangat banyak di bumi dan setiap kecenderungan niat hatinya selalu jahat semata-mata”. Akan tetapi, Allah Yehuwa tidak membiarkan kebejatan manusia ini berlangsung terus. Ia mendatangkan Air Bah sedunia, yang melenyapkan semua manusia yang fasik bersama kaum Nefilim. Satu-satunya kelompok manusia yang diselamatkan adalah hamba-hamba Allah yang setia.—Kejadian 6:1-7, 17; 7:23.
Para malaikat pemberontak luput dari pembinasaan pada zaman Air Bah. Mereka meninggalkan tubuh jasmani mereka dan kembali ke alam roh sebagai makhluk roh. Setelah itu, mereka mendapat sebutan hantu-hantu. Mereka berpihak kepada Setan si Iblis, yang disebut ”penguasa hantu-hantu”. (Matius 12:24-27) Seperti penguasa mereka, hantu-hantu ingin sekali disembah manusia.
Hantu-hantu berbahaya, namun kita tidak perlu takut kepada mereka. Kekuatan mereka terbatas. Sewaktu para malaikat yang tidak taat kembali ke surga, mereka tidak diterima lagi sebagai anggota keluarga Allah yang terdiri dari para malaikat yang setia. Selain itu, mereka tidak lagi memperoleh pencerahan rohani apa pun dari Allah, dan hanya memiliki prospek masa depan yang suram. Ya, mereka dikeram dalam kondisi kegelapan rohani yang dikenal sebagai Tartarus. (2 Petrus 2:4) Yehuwa menahan mereka dengan ”belenggu kekal”, sehingga mereka berada dalam kegelapan rohani. Selain itu, mereka sekarang tidak bisa mengenakan tubuh manusia.—Yudas 6.

Apa yang Harus Saudara Lakukan?
Apakah para hantu masih memiliki pengaruh atas manusia? Ya, mereka menggunakan ”siasat-siasat licik”, seperti yang digunakan oleh penguasa mereka, Setan si Iblis. (Efesus 6:11, 12) Namun, dengan menerapkan nasihat dalam Firman Allah, kita dapat berdiri teguh melawan hantu-hantu. Selain itu, orang-orang yang mengasihi Allah mendapat perlindungan para malaikat yang penuh kuasa.
Betapa pentingnya untuk mempelajari apa yang Allah tuntut yang digariskan dalam Alkitab dan menerapkan apa yang Saudara pelajari! Saudara dapat belajar lebih banyak tentang ajaran-ajaran Alkitab dengan menghubungi Saksi-Saksi Yehuwa di daerah Saudara atau dengan menulis surat kepada penerbit majalah ini. Saksi-Saksi Yehuwa akan senang untuk belajar Alkitab bersama Saudara secara cuma-cuma dan pada waktu yang cocok bagi Saudara.
[Catatan Kaki]
Dalam Alkitab, malaikat digambarkan sebagai laki-laki dewasa. Sewaktu menampakkan diri kepada manusia, mereka selalu sebagai laki-laki.

PARA MALAIKAT—CARA MEREKA DIORGANISASI
Yehuwa mengorganisasi keluarga besar malaikat-Nya sebagai berikut:
Malaikat yang memiliki kuasa dan wewenang tertinggi adalah Mikhael, sang penghulu malaikat, atau Yesus Kristus. (1 Tesalonika 4:16; Yudas 9) Serafim, kerub, dan malaikat-malaikat lain ada di bawah dia.
Serafim menduduki posisi yang sangat tinggi dalam tatanan Allah. Mereka bertugas sebagai pelayan di takhta Allah. Selain itu, mereka memberitakan kekudusan Allah dan menjaga umat-Nya bersih secara rohani.—Yesaya 6:1-3, 6, 7.
Kerub dihubungkan dengan takhta Allah dan menjunjung keagungan Yehuwa.—Mazmur 80:1; 99:1; Yehezkiel 10:1, 2.

Malaikat-malaikat lain adalah wakil Yehuwa, dan mereka melaksanakan kehendak ilahi.


Reactions:

0 comments :

Post a Comment

Sila Berikan Komen ATAU Sumbangan Artikel/Bahan Anda:-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...