Apakah kita mempunyai malaikat penjaga?
Sumber: https://www.gotquestions.org/indonesia/malaikat-penjaga.html
Pertanyaan yang muncul adalah apakah setiap orang – atau setiap orang percaya – mempunyai malaikat yang ditugaskan kepadanya. Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel memiliki penghulu malaikat (Mikhael) yang ditugaskan kepada mereka (Daniel 10:21; 12:1), namun di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan malaikat “ditugaskan” kepada perorangan (para malaikat kadang diutus kepada individu-individu, namun tidak pernah dicantumkan adanya tugas “permanen”). Seorang penafsir mengatakan bahwa kepercayaan mengenai malaikat penjaga telah berkembang penuh di antara orang-orang Yahudi pada masa antara Perjanjian Lama dan Baru. Beberapa Bapak Gereja mula-mula percaya bahwa setiap orang bukan hanya memiliki seorang malaikat penjaga yang ditugaskan kepadanya, namun juga roh jahat. Kepercayaan mengenai malaikat penjaga sudah ada sejak lama, namun tidak ada dasar Alkitabiah.
Kembali kepada Matius 18:10, kata “mereka” dalam bahasa Yunani adalah kata ganti kolektif, dan merujuk pada kenyataan bahwa orang-orang percaya dilayani oleh malaikat secara umum. Para malaikat ini digambarkan “selalu” memandang wajah Allah untuk mendengar perintahNya untuk menolong orang percaya sesuai kebutuhan. Kalau kita mau mengartikan ayat dari Matius bahwa ini adalah berbicara mengenai malaikat penjaga, maka kelihatannya para malaikat ini tidak dalam dinas aktif, namun “selalu memandang wajah” Bapa di surga. Dinas aktif atau pengawasan kelihatannya dilakukan langsung oleh Allah dan bukannya malaikat, dan ini masuk akal karena hanya Allah yang bersifat mahaada. Dia melihat semua orang percaya pada setiap waktu, dan hanya Dialah yang mengetahui kapan salah seorang dari kita membutuhkan interfensi dari malaikat. Karena mereka selalu memandang wajahNya, para malaikat dapat digunakannya secara bebas untuk menolong “mereka yang kecil.”
Dalam budaya Barat sekarang ini, kepercayaan terhadap malaikat adalah sesuatu yang lumrah. Kita mempunyai film-film yang berpusat pada malaikat-malaikat; ada seri TV yang menggambarkan malaikat yang ditugaskan untuk membantu umat manusia. Alkitab jelas bahwa sekalipun malaikat memiliki kuasa dan pengetahuan yang melampaui manusia, mereka adalah makhluk-makhluk ciptaan sama seperti kita dan “tidak ada apa-apanya” dibandingkan dengan Allah. Oleh karena itu mereka tidak boleh disembah (Keluaran 20:1-6; Kolose 2:18). Sebaliknya penyembahan haruslah ditujukan hanya kepada Allah Tritunggal semata-mata. Sayangnya, sekalipun pertunjukan-pertunjukan mengenai malaikat berbasa basi mengenai Allah, sang Anak Allah jaranglah disebut (kalaupun disebut). Dalam Yohanes 5:23 Allah berfirman bahwa jika seseorang tidak menghormati Anak, dia tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.

