Sabah dan Sarawak adalah BERSTATUS NEGARA dan bukannya Negeri.

Sabah dan Sarawak adalah sebuah Negara yang MERDEKA DAN BERDAULAT yang mana kedua - dua NEGARA ini telah bersama-sama dengan Singapura dan Malaya untuk membentuk Persekutuan Malaysia pada 16 September 1963.

Happy Sabah (North Borneo) Independence Day 51 Years

Sabah or previously known as North Borneo was gained Independence Day from British on August 31, 1963. To all Sabahan, do celebrate Sabah Merdeka Day with all of your heart!

Sarawak For Sarawakian!

Sarawak stand for Sarawak! Sarawakian First. Second malaysian!

The Unity of Sabah and Sarawak

Sabah dan Sarawak adalah Negara yang Merdeka dan Berdaulat. Negara Sabah telah mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1963 manakala Negara Sarawak pada 22 Julai 1963. Sabah dan Sarawak BUKAN negeri dalam Malaysia! Dan Malaysia bukan Malaya tapi adalah Persekutuan oleh tiga buah negara setelah Singapura dikeluarkan daripada persekutuan Malaysia.

Sign Petition to collect 300,000 signatures

To all Sabahan and Sarawakian... We urge you to sign the petition so that we can bring this petition to United Nations to claim our rights back as an Independence and Sovereign Country for we are the Nations that live with DIGNITY!

Decedent of Rajah Charles Brooke

Jason Desmond Anthony Brooke. The Grandson of Rajah Muda Anthony Brooke, and Great Great Grandson of Rajah Charles Brooke

Showing posts with label Menjawab Islam. Show all posts
Showing posts with label Menjawab Islam. Show all posts

22 October 2010

Apakah kaum Muslim dapat membaca injil Barnabas sebagai kisah sejati mengenai Isa?

Apakah kaum Muslim dapat membaca injil Barnabas sebagai kisah sejati mengenai Isa?


Pertanyaan: Apakah kaum Muslim dapat membaca injil Barnabas sebagai kisah sejati mengenai Isa?

Jawaban: Bukti memperlihatkan bahwa injil Barnabas kemungkinan besar ditulis oleh orang Eropa yang hidup pada sekitar abad ke lima belas dan menulis mengenai kehidupan Isa dengan tidak akurat.

Orang Kristen dan Muslim memiliki kepercayaan yang amat berbeda mengenai Isa karena sumber mereka berbeda. Sementara kaum Muslim sering mendapatkan kesan mengenai Yesus dari injil Barnabas, orang-orang Kristen percaya kepada Injil yang terdapat dalam Alkitab. Kedua sumber ini amat berbeda. Salah satunya pastilah salah. Mari kita menganalisa apakah injil Barnabas adalah biografi Yesus yang otentik.

Penulis: bukan Barnabas.
Penulis injil Barnabas tidak mungkin adalah Barnabas. Barnabas yang sebenarnya adalah seorang pemberi semangat dalam gereja mula-mula (Kisah Rasul 4:36). Dia bukanlah salah satu dari keduabelas murid Yesus yang mula-mula sebagaimana yang secara keliru diklaim oleh injil Barnabas. Barnabas adalah orang yang mengubah pikiran para murid bahwa Rasul Paulus telah bertobat dari penganiaya gereja menjadi seorang pengikut Isa (Kisah Rasul 9:27). Barnabas yang sejati bepergian dengan Paulus untuk mengabarkan kabar baik mengenai Yesus/Isa (Kisah Rasul 13:2)

Tanggal Penulisan: Abad Pertengahan
Pembacaan dari injil Barnabas dengan jelas memperlihatkan bahwa kitab ini ditulis bukan pada masa kehidupan Isa atau tidak lama sesudah masa Isa sebagaimana yang dianggap. Ada terlalu banyak anakronisme (kesalahan dalam sejarah budaya). Misalnya, dikatakan bahwa Isa lahir ketika Pilatus adalah Gubernur, tapi sejarah mencatat bahwa Pilatus menjadi Gubernur pada tahun 26 atau 27 AD, lama setelah kelahiran Yesus.

Jikalau injil Barnabas ditulis pada abad pertama setelah Yesus kitab ini akan dikutip dalam dokumen-dokumen lain dari kurun waktu yang sama. Namun kitab ini tidak pernah dikutip satu kalipun dalam karya-karya dari para Bapak Gereja atau pemuka-pemuka Muslim hingga pada abad ke lima belas. Mereka yang mengklaim penulisan Injil Barnabas pada abad-abad permulaan mungkin menunjuk pada Surat Barnabas, kitab dari abad pertama walaupun kitab ini tidak diinspirasikan secara illahi.

Injil Barnabas berisi kutipan-kutipan dari Dante Alighieri, rujukan pada perintah dari Paus Boniface and gambaran mengenai feodalisme. Karena itu para sarja menempatkan tanggal penulisan pada sekitar abad ke lima belas.

Legitimasi: penuh dengan kesalahan
Selain kesalahan-kesalahan yang dicatat di atas, injil Barnabas mengklaim bahwa Yesus bukan Mesias (bagian 42, 48). Baik Qur’an maupun Alkitab, kedua-duanya menyaksikan bahwa Yesus adalah Mesias (lihat Surah 5:19, 75, Matius 26:63-64)

Dari gambaran mengenai Palestina, jelas bahwa penulis injil Barnabas tidak mengenal geografinya. Penulis menyatakan bahwa Yesus berlayar ke Nazaret, kota yang terletak di pedalaman.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa injil Barnabas bukan ditulis oleh Barnabas, kemungkinan besar ditulis pada abad ke limabelas dan penuh dengan kesalahan. Sarjana-sarjana yang dapat dipercaya telah membuktikannya sebagai pemalsuan. Karena itu kitab ini tidak dapat dipercaya sebagai riwayat hidup Isa. Baik kaum Muslim maupun Kristen harus menolaknya. 

Di manakah kisah sebenarnya mengenai kehidupan Isa?
Kalau bukan injil Barnabas, di mana Anda dapat menemukan kebenaran mengenai Isa? Qur’an mendorong Anda untuk berpaling kepada Alkitab untuk pertanyaan-pertanyaan semacam itu (Sura 5:46, 10:95). Alkitab berisi empat Injil yang mengilustrasikan Kristus dari empat perspektif yang diinspirasikan Allah. Otoritas-otoritas yang dapat dipercaya telah secara konsisten meneguhkan keotentikan dari ke empat Injil yang terdapat dalam Perjanjian Baru.

Jangan malu membaca mengenai Tuhan Yesus. Alkitab mengatakan, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita … melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa” (2 Timotius 1:8-10).

Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?

Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?

Sumber: https://www.gotquestions.org/indonesia/Quran-menggantikan-Alkitab.html

 

Pertanyaan: Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?


Jawaban: Bukannya menggantikan, Qur’an justru mendorong kaum Muslim untuk membaca Alkitab.


Banyak Muslim yang tidak pernah membaca Alkitab karena mereka beranggapan bahwa Qur’an telah menggantikan Alkitab. Sebaliknya, Qur’an tidak pernah mengklaim telah menggantikan Alkitab. Satu-satunya pembatalan justru mempengaruhi ayat-ayat Qur’an sendiri (Sura 2:106). Qur’an menginstruksikan – bukan melarang – kaum Muslim utk membaca Alkitab (Sura 5:44, 46; 3:3; 10:94-95). 


Walaupun para sarjana Muslim telah membatalkan puluhan ayat Qur’an, kaum Muslim masih membacanya. Karena itu, semua kaum Muslim patutlah membaca kitab suci yang tidak akan pernah digantikan. Allah berfirman, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Matius 24:35).


Beberapa orang mengatakan bahwa sebagaimana Injil mebatalkan Taurat, Qur’an membatalkan Injil. Namun Injil tidak membatalkan Taurat. Isa yang sempurna bukan datang untuk menghapuskan hukum Taurat, namun untuk menggenapi Taurat demi untuk mereka yang tidak dapat memeliharanya.


Isa/Yesus mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Mat. 5:17-18)

Kenyataannya, Yesus justru menunjukkan bahwa hukum-hukum Allah lebih sulit untuk ditaati dibandingkan apa yang dibayangkan manusia. Dia memperdalam arti dari Taurat dan berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” … “ Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:21-22, 27-28).

Sudahkah Anda menemukan standar yang sempurna itu? Kitab Injil mengatakan bahwa tidak seorangpun dapat menaati tuntutan Taurat. Kita layak masuk neraka (Roma 3:23, 6:23). Syukurlah, Yesus Kristus secara sempurna menaati hukum Tuhan.


Percayalah pada Allah dari “kitab suci yang sebelumnya,” kitab itu tidak pernah dapat dibatalkan. “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya” (Mazmur 119:160).

Apakah orang Kristen telah mengubah Alkitab?

Apakah orang Kristen telah mengubah Alkitab?


Pertanyaan: Apakah orang Kristen telah mengubah Alkitab?

Jawaban: Sebagian kaum Muslim menuduh orang-orang Kristen mengubah Alkitab untuk disesuaikan dengan doktrin mereka yang salah. Sekalipun tuduhan ini menjelaskan perbedaan antara Qur’an dan Alkitab, tuduhan ini tidak memiliki bukti yang kuat. Qur’an dan para sarjana sama-sama meneguhkan otentisitas Alkitab.
 
Qur’an memuji Alkitab
Alkitab tidak mungkin sudah diubah sebelum atau pada jaman Muhammad karena kalau itu terjadi Qur’an tidak akan memuji Alkitab: Dan Kami iringkan jejak mereka dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Sura 5:46)

Alkitab tidak dirusak/diubah
Karena Alkitab tidak diubah sebelum atau pada jaman Muhammad, satu-satunya kesempatan lain adalah setelah kematian Muhammad.Namun bukti-bukti dari para sarjana memperlihatkan bahwa dari abad ke 7 – 21 tidak ada doktrin penting yang berbeda dari teks dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Selain dari variasi dalam ejaan dan tata bahasa, Alkitab hari ini secara esensi tidak ada bedanya dengan Alkitab yang dipuji oleh Muhammad (Sura 3:3).

Juga ketika Muhammad dilahirkan, ribuan Alkitab sudah ada dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda. Kalau orang Kristen mengubah Alkitab, bagaimana mereka mampu menghancurkan semua Alkitab yang sejati yang dapat mengungkapkan tipu muslihat itu?

Seseorang yang nekad untuk mengubah Alkitab kemungkinan besar akan mengubah pengajaran-pengajaran yang mendakwa dia. Kalau orang-orang Kristen benar-benar merubah Alkitab, kemungkinan mereka akan mengubah fakta-fakta mengenai keraguan Tomas, kemunafikan Petrus, dan sanksi bagi yang mengubah Firman Allah.

Yang benar adalah: Firman Allah tetap sama. “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta” (Ams. 30:5-6).

Alkitab adalah kebenaran
Apakah Anda masih percaya bahwa orang-orang Kristen mengubah Alkitab? Kalau begitu, coba tunjukkan ayat-ayat mana yang telah diubah. Kalau tidak, silahkan baca!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...